Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

1 titik

titik jenuh mulai meruaok dalam sebuah paradoks kehidupan. tata nilai moral kian habis terbawa arus pengkerdilan kekuasaan tirani.
bukan aku, atau dia. tapi mereka yang akan merasakan semua kenihilan bangsa ini. satu titik  sejarah bangsa  hanya meninggalkan nisan yang hanya sebagai akutruasi kesenian hidup. mampu dipandang, namun tidak mampu untuk diperjuangkan.
inilah bangsa kita, buka bangsa mereka.

Rabu, 15 Februari 2012

Pria Bodoh

Inikah aku

Ada seorang pria bodoh yang hanya mencintai seorang wanita selama 1.000 tahun. Cintanya tak terbalas dan diabaikan oleh wanita itu. Wanita itu sesungguhnya telah memiliki kekasih sejak dulu. Kisah cinta antara seorang putri dan musisi istana.

Sang pria bodoh lalu menculik wanita itu dan membawanya ke istananya. 1.000 hari berlalu, namun wanita itu tak bergeming. Tetap diam dalam kelam dan tak membiarkan pria itu memasuki hatinya. Sang pria dengan sabar menantinya setiap hari berlutut di depan kamarnya. Namun cinta tak kunjung datang di hati wanita itu.

Malam berganti malam, sang kekasih menerobos istana dan menjemput wanita yang dicintainya. Malang, mereka tertangkap oleh sang pria dan para pengawalnya. Sang pria sangat geram dan berniat memenggal kekasih sang putri di depan kamarnya. Namun, urung dilakukannya. Pria bodoh itu memilih bersabar dan membebaskan kekasih wanita yang dicintainya.

Sang kekasih pergi, namun tidak pergi. Ia menetap di hutan yang dekat dari istana. Menunggu dan menunggu sambil terus memeluk sepatu juwita hatinya. Lebih baik aku mati daripada meninggalkanmu seorang diri, begitu katanya selalu.

Suatu hari, wanita itu berhasil melarikan diri dari istana dan menemui kekasihnya. Mereka saling berpandangan dan tergesa melepas rindu bersama. Belum sempat menggenggam tangan kekasihnya, sang pria datang menunggang kuda dan serta merta menebas leher kekasih wanita itu.

Sampai malam menjelang, wanita itu menangis dan memeluk kepala kekasihnya yg telah terpisah dari raga. Pria bodoh itu pun bersimpuh dan menangis memandang wanita yang dicintainya bersedih. Tak lama, wanita itu meninggal di sisi kekasihnya. Pria itu pun membunuh dirinya karena tak sanggup hidup tanpa wanita itu.

Para dewa yg nestapa melihat kisah ini lalu mengubah wanita itu dan kekasihnya menjadi pohon ginko. Mereka hidup berdampingan selama ratusan tahun dalam bahagia yg bertubi-tubi. Di sudut lain, pria bodoh itu terlahir sebagai elang. Hanya memandang dari kejauhan dengan linangan asa dan lara.

Suatu hari petir datang menyambar dan merubuhkan salah satu dari pohon ginko itu. Sekali lagi, wanita itu kehilangan kekasihnya. Seorang pemahat yg tak kuasa menyaksikan kisah 3 cinta yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu kemudian menebang pohon ginko yang hanya tinggal sendiri. Ia memotong, memahat, dan menjadikannya sebuah tempat tidur. Di kepala tempat tidur itu diukirnya wajah sang wanita dan pria itu dengan harapan suatu hari mereka akan bersatu. Namun, cinta sang wanita hanya untuk kekasihnya seorang.

Tepat 1.000 tahun kemudian, sang kekasih lahir kembali sebagai manusia. Tanpa mengingat sebuah memori pun tentang wanita itu, ia hidup dan berkelana di dunia. Wanita itu pun terus berkelana sebagai tempat tidur ginko tanpa mengetahui keberadaan kekasihnya. Sampai suatu hari, mereka dipertemukan kembali.

Sejak memiliki tempat tidur ginko itu, setiap malam sang kekasih bermimpi. Dilihatnya dirinya berpakaian musisi istana dari masa lalu. Dipandanginya seorang putri raja yg merupakan kekasih hatinya. Lalu tiba2 muncul seorang jenderal dari kerajaan lain yg menyerang dan menculik sang putri.

Semua kejadian terputar ulang dalam mimpinya. Setiap hari, setiap malam. Dikejar rasa penasaran, ia pun menemukan dirinya yang dulu. Tersungkur hatinya memendam kerinduan ribuan tahun kepada sang pujaan hati. Ia merasa menemukan jiwanya yg lain.

Namun, kisah mereka tak berhenti di sana. Pria bodoh yang juga memendam pedihnya cinta memutuskan kembali merebut hati wanita itu. Ia menolak dilahirkan kembali. Pria bodoh, sang wanita, dan kekasih wanita itu pun bertemu kembali. Saling memohon dan bergejolak atas nama cinta.

“Tolong lepaskan kami..” kata wanita itu.

“Tidak.” jawab sang pria dingin.

“Tak cukupkah kau membunuh kami 2 kali?” tanya wanita itu disertai asa yang membuncah.

“Aku mencintamu..” jawab pria itu lirih.

“Tapi aku tidak..” ujar wanita itu sedih.

“Aku memang pria bodoh yang mencintaimu selama lebih dari 1.000 tahun. Namun, tak bisakah kau mencintaiku? Kau telah bersamanya selama ratusan tahun. Tak bisakah kini kau bersamaku?” tanya pria itu tajam.

“Meskipun aku telah bersamanya selama puluhan ribu tahun, aku tak akan bersamamu walau hanya 1 hari” jawab wanita itu dingin.

“Baiklah. Kalau begitu, aku akan membunuh kekasihmu lagi.” kata pria itu.

Pertarungan tak terelakkan pun terjadi. Kedua pria yang sama2 mencintai wanita yang sama itu pun saling berhadapan. Mereka saling menyerang atas nama cinta. Melihat kekasihnya yang kepayahan atas serangan pria itu, sang wanita pun berusaha menyelamatkannya. Ia memutuskan menghancurkan jiwanya yang bersemayam dalam tempat tidur ginko agar pria itu berhenti menyakiti kekasihnya.

Api pun berkobar membakar tempat tidur berusia ratusan tahun itu. Kedua lelaki yang bertikai itu serta-merta berhenti. Mereka berupaya menyelamatkan jiwa wanita yang mereka cintai. Pria bodoh itu terus saja berteriak, memohon agar wanita itu keluar dari dalam persemayamannya. Hanya dengan begitu, jiwa wanita itu dapat terselamatkan.

Namun, wanita itu tak bergeming. Ia memilih musnah dari muka Bumi agar tak ada lagi yang melukai kekasihnya. Di tengah kobaran api yang semakin besar, pria bodoh itu terisak dan memutuskan mengikuti wanita yang dicintainya masuk dalam jilatan api yang membakar diri. Keduanya pun hilang ditelan bara api dan menjadi abu.

Kini tinggallah sang kekasih wanita itu tertegun dalam kesendirian. Memandang akhir kisah cinta tentang dirinya dari masa lalu. “Suatu hari, kita akan bersama kembali seperti sepasang ginko pada waktu dulu…” ujarnya pada angin yang membawa abu kekasihnya pergi.

Ya, kira-kira seperti itulah kisah cinta yang tertuang dalam film A Ginko Bed yang tadi saya tonton. Sebuah film lama asal Korea yang saya beri sedikit arasemen ulang dari otak dan hati saya yang tercengang menatap alur ceritanya. Sang pria bodoh tentu saja menjadi tokoh antagonis yang tanpa hati memaksa egonya untuk memiliki apa yang ingin ia miliki. Namun, terlepas dari itu, entah mengapa saya mengerti luka yang tertanam ribuan tahun dalam jiwanya. Sedih, sendiri, dan terus berharap meskipun agak kalap. Saya pun tak kalah memahami perih yang dialami sang wanita dan kekasihnya yang jelas-jelas saling mencintai namun tidak dapat bersama.

Sebuah idiom menyebutkan bahwa all’s fair in war and love, semua adil dalam perang maupun cinta yang berarti membenarkan segala hal untuk memperoleh apa yang diinginkan. Namun, benarkah?

Sang pria bodoh membenarkan segala cara untuk mendapatkan cinta seorang wanita yang mengakibatkan penderitaan banyak orang hingga ribuan tahun. Pedih dan penuh emosi sekaligus kejam dan tanpa hati. Namun, entah kenapa saya mengerti perasaan pria bodoh itu.

Yogyakarta, 15 Februari 2012
__me__

Sabtu, 04 Februari 2012

Seberapa Besar Harga Dirimu,,???

Dirmu telah menginspirasikan Hati dan Pikiranku
tHanks For my Book's

William Gladstone pernah mengatakan, “Sikap mementingkan diri sendiri merupakan kutuk terbesar dalam diri manusia.” Ia adalah kejahatan dan immoral karena menghalangi seseorang yang terkena penyakit menakutkan ini untuk tumbuh menjadi matang.
Egoisme tidak memberikan manfaat-manfaat yang berguna (worthwhile goals) dan menahan orang lain untuk berhasil meraih cita-cita mereka.
Sungguh menyakitkan kalau sikap mementingkan diri sendiri ini akhirnya menambah ketidakbahagiaan dan kekosongan. Egoisme (selfishness) itu seperti penyakit kanker. Jika Anda seorang pengabdinya dan hidup hanya bagi diri Anda sendiri, Anda hanya berputar-putar pada diri Anda. Dan diri macam apa kalau Anda tidak dapat berkomunikasi dengan diri Anda sendiri atau dengan orang lain secara kreatif?
Adalah manusiawi kalau dalam hidup ini orang mencari aman dengan mengambil dari kehidupannya keinginan-keinginan yang berguna yang tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Jika Anda menerima, Anda gantian memberi kepada orang lain yang sedang berkekurangan dalam kebutuhan akan kehendak baik dan bela rasa.
Penyembuhan dari sikap mementingkan diri sendiri adalah dengan mempunyai keinginan atau cita-cita, tujuan yang kreatif untuk orang lain dan diri Anda sendiri, untuk masyarakat sumbangkan ide-ide mengatasi penyebab-penyebab persoalan. Orang yang hanya punya kepentingan diri sendiri (self-interest) hampir selalu menjadi malapetaka karena kepentingan diri itu membuat dirinya kurang dari seperti dia seharusnya dan menggerakkanya kepada berhentinya pikiran, jiwa, dan raga.
Seandainya Anda hanya untuk diri Anda saja, Anda tinggal sendirian. Jika diri Anda biasakan untuk memahami kebutuhan-kebutuhan Anda dan orang lain, Anda memiliki banyak teman. Manakah yang akan terjadi, kepentingan diri atau pemenuhan diri? Ingatlah kata-kata Sir William Osler, “Di dunia ini kita tidak mencari apa saja dari hidup kita yang bisa kita dapatkan untuk kita sendiri, tetapi mencoba membuat kehidupan orang lain lebih bahagia.

Rabu, 11 Januari 2012

Jalanku

Jalan yang Panjang tidak membuat Kita menjadi Orang besar,
Namun, Jalan yang cukup pendek membuat Kita bersabar untuk menjadikan kita orang yang Hebat,,'

                                       ____"inilah awal bukan akhir dari semua"_____

Senin, 09 Januari 2012

“ Jangan Pernah Takut Untuk Menjadi Sang Juara”


“ Jangan Pernah Takut Untuk Menjadi Sang Juara”

Jika kamu merasa kalah, maka kalahlah kamu
Jika kamu merasa takut, maka takutlah kamu
Jika kamu ingin menang tapi merasa tak mampu, Maka hamper saja kamu kamu kalah
Jika kamu merasa sesat, sesatlah dirimu
Karena sesungguhnya, sukses dumulai dari niat seseorang.
Semua tergantung pada suasana hatimu.
Jika kamu merasa terbuang, maka kamu akan teerbuang.
Kamu harus bercita-cita tinggi.
Kamu harus yakin pada dirimu.
Sebelum kamu meraih pialamu.
Perjuangan hidup tak selalu dimenangkan oleh mereka yang terkuat atau yang paling sigap, cepat atau lambat.
Orang yang YAKIN DIRINYA BISA, itulah yang tampil menjadi sang JUARA.

--------Andi Irfhana Ardhi-------
25 Januari 2010